Pages

Tampilkan postingan dengan label benar pintar terampil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label benar pintar terampil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2018

Bergembira Menyambut Ramadhan

"Bergembira Menyambut Ramadhan, Salah Satu Wujud Keimanan"

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ (رواه احمد)
Artinya :
_“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”_ [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385). Dinilai shahih oleh Al-Arna’uth dalam Takhrijul Musnad (8991)]

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

1. Salah satu tanda keimanan adalah seorang muslim bergembira dengan akan datangnya bulan Ramadhan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang ia nanti-nantikan, maka ia persiapkan segalanya dan tentu hati menjadi sangat senang tamu Ramadhan akan datang. Tentu lebih senang lagi jika ia menjumpai Ramadhan.
2. Hendaknya seorang muslim khawatir akan dirinya jika tidak ada perasaan gembira akan datangnya Ramadhan. Ia merasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Bisa jadi ia terluput dari kebaikan yang banyak. Karena ini adalah karunia dari Allah dan seorang muslim harus bergembira.
3. Para ulama dan orang shalih sangat merindukan dan berbahagia jika Ramadhan akan datang. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:

ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟﺴَّﻠَﻒُ : ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻥَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺳِﺘَّﺔَ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﺃَﻥْ ﻳُﺒَﻠِّﻐَﻬُﻢْ ﺷَﻬْﺮَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻧَﺎﻟﻠﻪَ ﺳِﺘَّﺔَ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﻘَﺒَّﻠَﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

_“Sebagian salaf berkata: ‘Dahulu mereka (para salaf) berdo'a kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdo'a selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal shalih di Ramadhan yang lalu) mereka.“_ [Latha’if Al-Ma’arif hal. 232]

4. Mengapa seorang Muslim harus bergembira menyambut Ramadhan? Karena begitu banyaknya kemuliaan, keutamaan, dan berkah pada bulan Ramadhan. Beribadah semakin nikmat dan lezatnya bermunajat kepada Allah.
5. Ulama menjelaskan bahwa hadits tersebut menunjukkan kita harus bergembira dengan datangnya Ramadhan. Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan:

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺑﺸﺎﺭﺓ ﻟﻌﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺑﻘﺪﻭﻡ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺧﺒﺮ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺑﻘﺪﻭﻣﻪ ، ﻭﻟﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺇﺧﺒﺎﺭﺍً ﻣﺠﺮﺩﺍً ، ﺑﻞ ﻣﻌﻨﺎﻩ : ﺑﺸﺎﺭﺗﻬﻢ ﺑﻤﻮﺳﻢ ﻋﻈﻴﻢ. ‏(ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ .. ﻟﻠﻔﻮﺯﺍﻥ ﺹ ١٣‏)

_“Hadits ini adalah kabar gembira bagi hamba Allah yang shalih dengan datangnya Ramadhan. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi kabar kepada para sahabatnya radhiallahu ‘anhum mengenai datangnya Ramadhan. Ini bukan sekedar kabar semata, tetapi maknanya adalah bergembira dengan datangnya momen yang agung.“_ [Ahaditsus Shiyam hal. 13]
Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan:

 ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻔﺘﺢ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺬﻧﺐ ﺑﻐﻠﻖ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺑﻮﻗﺖ ﻳﻐﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻳﺸﺒﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺯﻣﺎﻥ .

_“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan)."_ [Latha’if Al-Ma’arif hlm. 148]

Tema hadits yang terkait dengan ayat Al-Qur'an :

❀ Kehadiran Ramadhan merupakan karunia Allah yang tiada taranya, sehingga tiada alasan bagi kita untuk tidak merasa gembira karenanya;

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ ۞

_“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”_ (QS. Yunus/10: 58).

Catatan :
Ada hadits yang menyebutkan tentang bergembira menyambut Ramadhan, akan tetapi haditsnya oleh sebagian ulama dinilai dhaif, diantaranya;

ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ .
_“Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka."_ (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin)

والله اعلم بالصواب
Semoga barokah dan manfaat....

               •┈◎❅❀❦🌼❦❀❅◎┈•

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hari Santri Nasional di Attaqwa 2017

Hari Santri Nasional

Pondok Pesantren Attaqwa Putra, Ujungharapan Bahagia Babelan Bekasi (22/10/2017). Menjadi tuan rumah peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Bekasi. Pagi ini Ahad, 22 Oktober 2017 Yayasan Attaqwa melibatkan semua unsur Pendidikan jenjang MA/SMA/SMK se-Cabang Yayasan Attaqwa sebut saja SMK IT. Attaqwa 9 dan terlebih Santri Pondok Pesantren Attaqwa Putra dan Putri. Unsur para Santri dari semua Pondok Pesantren wilayah Kabupaten Bekasi pun diundang untuk menghadiri acara peringatan Hari Santri Nasional ini.

Hari Santri Nasional bagi Yayasan Attaqwa memiliki arti, makna, dan filosofi yang besar bagi pergerakan pendidikan di Attaqwa. Hal ini jelas, karena muassis Yayasan Attaqwa al-Maghfurlah wal-Mujahid fi Sabilillah Bapak K.H. Noer Alie merupakan Pahlawan Nasional yang telah diakui oleh negara Indonesia. Kita sebagai para Santri dari K.H. Noer Alie hendaklah terus menggelorakan semangat gerakan keagamaan yang islami demi membangun NKRI. Khittoh perjuangan K.H. Noer Alie merebut kemerdekaan menjadi estafeta kita bersama dalam mengisi semangat juang beliau untuk menjadi Santri yang Benar, Pintar dan Terampil. Sejalan dengan resolusi jihad yang digagas oleh K.H. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober. Peran historis kaum Santri dan para Ulama diamini oleh Presiden Jokowi sehingga beliau menetapkan Hari Santri Nasional (HSN) ini jatuh pada tanggal 22 Oktober 2015.

Sekarang ini, sejak 22 Oktober ditetapkan sebagai (HSN) pada tahun 2015 lalu, menjadi refleksi bagi para santri K.H. Noer Alie untuk mengingat kembali sejarah perjuangan kaum pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah, dengan mengenang perjuangan K.H. Noer Alie mudah-mudahan akan lahir embrio-embrio baru penerus agama, bangsa, dan negara. Kami yang kini menjadi Santri sekaligus anak biologis atau pun anak idiologis dari K.H. Noer Alie siap mereflesikan filosofis Santri yang Benar, Pintar dan Terampil.

Minggu, 02 April 2017

Mahfudzot "Kata Hikmah Sarat Makna"

Sekedar mengingat hafalan yg musnah ditelan zaman.

1. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ
3. مَن صَبَرَ ظَفِرَ
4. مَنْ قَلَ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِدْقِ وَ الوَفَاءِ
6. مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ
7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ
8. الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
10. اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ
11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ
13. العَقْلُ السَلِيْمُ فىِ الجِسْمِ السَلِيْمِ
14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ
15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ
17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ   
18. العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ
19. لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التِى مَضَتْ
20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
22. الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاحِ
23. لَا تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا
24. الشَرَفُ بِالأَدَبِ لَابِالنَسَبِ
25. سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ
26. آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى
28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ
29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
30. لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ
31. اَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
37. اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا  # فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
38. لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَاتَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
40. خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَاَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
41. فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
42. ثَمْرَةُ التَفْرِيْطِ النَدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَلاَمَةُ
43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
44. فَجَزَاءُ سَيَّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلَ جَوَابٌ
46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ
48. مَنْ طَلَبَ اَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا اَخٍ
49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا
52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
53. إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا
55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِى قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلْ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَاَامٍ جَوَابٌ
57. وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ   
58. هَلَكَ اِمْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
62. لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
63. مَنْ اَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
64. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
65. أَخِىْ لَنْ تَنَالُ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ  أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ
66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
68. النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
69. إِذَا كَثُرَ الـمَطْلُوْبُ قَلَّ الـمُسَاعِدُ
70. لَا خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
73. دَاوُوا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
74. الكَاَِمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا
76. سِيْرَةُ الـمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
77. قِيْمَةُ الـمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
78. صَدِيْقُكَ مَنْ اَبْكَاكَ لَا مَنْ اَضْحَكَكَ
79. عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
80. خَيْرُ الكَاَُمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
81. كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الاَدَبُ
82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
85. الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ
86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

1. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.
2. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.
3. Siapa bersabar berhasil.
4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.
5. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.
6. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.
7. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.
8. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.
9. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.
10. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.
11. Telur hari ini lebih baik dari ayam  besok hari.
12. Waktu itu lebih berharga daripada emas.
13. Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat.
14. Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku.
15. Siapa menanam dia akan memetik.
16. Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan.
17. Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang.
18. Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu.
19. Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar.
21. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.
22. Persatuan adalah dasar keberhasilan.
23. Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.
24. Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.
25. Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya.
26. Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya.
27. Kejelekan perilaku itu menular.
28. Bencana pengetahuan adalah lupa.
29. Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya.
30. Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan.
31. Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia.
32. Berpikirlah sebelum bertindak.
33. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap.
34. Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya.
35. Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh.
36. Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya.
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan.
38. Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini.
39. Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu.
40. Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.
41. Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.
42. Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan.
43. Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia.
44. Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal.
45. Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya.
46. Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya.
47. Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya.
48. Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan.
49. Katakanlah yang benar meskipun pahit.
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu.
51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahan.
52. Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok.
53. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu.
54. Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit.
55. Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun.
56. Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya.
57. Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
58. Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya.
59. Otak dari dosa adalah kebohongan.
60. Siapa yang menzalimi akan terzalimi.
61. Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab.
62. Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan.
63. Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu.
64. Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah.
65. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas :  Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan, Mempergauli Ustadz Kesungguhan  Waktu yang panjang.
66. Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan.
67. Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina.
68. Kebersihan adalah bagian dari iman.
69. Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu.
70. Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan.
71. Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu.
72. Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.
75. Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas.
76. Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya.
77. Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya.
78. Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.
79. Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.
80. Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena.
81. Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun.
82. Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
83. Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat.
84. Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan.
85. Pendengki tak akan bahagia.
86. Semua pekerjaan harus dituntaskan

Semoga manfaat.

Rabu, 15 Februari 2017

Anekdot Santri 2017

MA. Attaqwa Pusat Putra - Mata pelajaran Bahasa adalah mata pelajaran wajib yang harus di dapat oleh setiap Siswa, kali ini oleh pengajar Bhs. Indonesia (al-Ustadz Abd. Muiz Muhasyim, M.Pd) para Siswa di ajak untuk bisa memahami struktur dan kaidah teks Anekdot, menganalisa, menginterpretasi sampai menyunting teks Anekdot.

Teks Anekdot sering dimaknai semua jenis cerita lucu, yang bisa membuat orang tertawa. Teks Anekdot dalam pengertian yang lebih luas dimaknai sebagai teks lelucon, teks komedi, atau teks cerita lucu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, trks Anekdot diartikan "cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya" (2008: 62).

Teks Anekdot memiliki struktur teks: judul, abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda. Sebagai langkah proses pembelajaran yang lebih maju, kalian ditugaskan untuk memproduksi teks Anekdot. Jangan lupa mencantumkan nama dan kelas kalian. Selamat mengerjakan tugas. Carilah proses untuk pengalaman pembelajaran kalian, bukan hasil singkat karena plagiat.

Selasa, 17 Januari 2017

Boskin Pelajar Zaman Edan

BOSKIN PELAJAR ZAMAN EDAN

Perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi kini sudah masuk ke Indonesia, bahkan di posok-pelosok desa, akses lintas Negara bagian asia bahkan lintas dunia sekalipun berada dalam genggaman manusia (baca smartphone). Food and fastion (makanan dan gaya hidup) mengalami demoralisasi (menurunnya moral) akibat tiru meniru budaya asia dan barat yang tidak sejalan dengan budaya melayu Indonesia yang terkenal santun.

Kesantunan budaya melayu Indonesia kini mengalami perubahan moral gaya hidup anak negeri, sejalan perkembangan zaman. Generasi muda kalangan Pelajar, yang menjadi ujung tombak perubahan masa depan negeri, sangat mudah meniru gaya hidup pelajar barat yang kurang pantas di pandang mata orang Indonesia. Sebut saja Boskin (botak skin) cukuran anak alay zaman edan dengan mengguret plontos garis kecil memanjang atau elips, banyak di tiru kalangan pelajar masa kini. Padahal apa yang mereka lakukan benar-benar merusak budaya melayu Indonesia.

Jangan sampai budaya Indonesia yang luhur ini di rusak oleh budaya-budaya asing yang tidak sejalan dengan ajaran Islam masyarakat di Indonesia. Penulis (Ustadz Abd. Muiz Muhasyim, M.Pd) mencoba membahas tentang Boskin di kalangan Pelajar. Berdasarkan pengalaman penulis ketika mengajar, ada saja ulah anak Pelajar yang dengan bangganya mencukur rambut dengan gaya Boskin (cukuran rambut sebutan anak alay). Padahal dalam agama Islam cukuran model Boskin tersebut dinamakan Qoza'.

Apa itu qoza’? Qoza’ adalah memotong rambut secara tidak rata sehingga sebagian dicukur habis (dibotaki), sebagian lainnya tidak dipotong atau dibiarkan panjang. Di zaman sekarang, banyak model qoza’ terutama dilakukan oleh para Pelajar. Umumnya qoza’ di masa kini membentuk motif tertentu baik seperti ukiran, suatu lambang, atau hanya garis saja.

Qoza’ ternyata telah dijumpai pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Saat itu, qoza’ biasanya dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Sedangkan bagi umat Islam, Rasulullah menegaskan bahwa qoza’ merupakan perbuatan yang dilarang.

عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَنْهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Nafi’ Maula Abdullah bahwa ia mendengar Ibnu Umar radhiyallahu anhuma mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)

Hadits lain melalui jalur Anas bin Malik juga menegaskan larangan yang sama

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang qoza’ (HR. Bukhari)

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan qoza’ adalah:

يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ

Mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya (HR. Muslim)

Rasulullah juga pernah melihat qoza’ secara langsung lalu beliau melarangnya.

رأَى رسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – صَبِيّاً قَدْ حُلِقَ بَعْضُ شَعْرِ رَأسِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ ، فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَلِكَ ، وقال : احْلِقُوهُ كُلَّهُ ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melihat anak yang dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian lainnya, maka beliau melarang hal itu dan bersabda: “Cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i).

Rabu, 02 November 2016

Siapakah Habib Rizieq Syihab?

SIAPAKAH HABIB RIZIEQ SEBENARNYA ?

Tak kenal maka ta'aruf.
Biografi Ringkas Al Habib M. Rizieq bin Husein Syihab (IMAM BESAR FPI)

================================

Beliau adalah Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab, Lc.MA.DPMSS. Rumah beliau terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat. Walau pun kini Beliau pindah ke Markaz Syariah di Megamendung Bogor Jawa Barat. Beliau lahir di Jakarta, 24 Agustus1965.

Nasabnya hingga ke Rasulullah SAW

------------------------------------------------------------

Nasab Al Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW

Nasab Istrinya

--------------------------

Nasab Istri Habib Rizieq Syihab adalah Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.

Beliau memang keturunan Nabi Muhammad Saw yang ke-38. Beliau mewarisi ketegasan datuknya, kesantunan serta akhlaknya yang baik dan ilmunya yang luas. Meskipun begitu Al Habib Muhammad Rizieq pernah berkata :

“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”

Al Habib Husein ayahnya Al Habib Rizieq meninggal dunia tahun 1966. Jadi, ketika itu Al Habib Rizieq baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” kata Al Habib Rizieq..

Sang ayah lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.”. Al Habib Rizieq pun tumbuh menjadi seorang ulama besar yang segani oleh kawan maupun lawan. Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Syihab merupakan pemimpin Pandu Arab. Al Habib Husein ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.

Al Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini beliau punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Beliau banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Al Habib Husein Syihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan Jeep. Di penjara beliau divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Al Habib Husein Syihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Setelah di selamatkan oleh para laskar pimpinan KH. Noer Ali. Beliau selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Beliau sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Noer Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Pernah dalam suatu kesempatan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Al Habib Rizieq menyatakan bangga terhadap ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia serta merupakan seorang pejuang kemerdekaan.

Ayah Al Habib Husein Syihab yaitu Al Habib Muhammad Syihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Al Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui singa betawi si Pitung. Ternyata preman tersebut bukanlah anak buah si Pitung dan si Pitung pun merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Al Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Al Habib Husein Syihab, ayah dari Al Habib Muhammad Rizieq Syihab. Jadi, bisa dibilang bahwa Al Habib Rizieq masih termasuk cucu Pitung sang singa betawi.

Semenjak ayahnya meninggal Al Habib Muhammad Rizieq Syihab tidak dididik di pesantren. Namun, sejak berusia empat tahun Beliau sudah rajin mengaji dari masjid ke masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Al Habib Muhammad Rizieq Syihab

Pendidikan sekolahnya dimulai di SDN 1 Petamburan, SMP 40 Pejompongan, SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta, SMAN 4 Gambir, dan SMA Islamic Village (Tangerang) sampai pada tahun 1982. Kemudian tahun 1983 kuliah di LIPIA selama setahun kemudian Habib mendapat beasiswa dari OKI untuk melanjutkan studi S1 di King Saud University, jurusan Dirasah Islamiyah, Fakultas Tarbiyah. Tahun 1990 Habib Rizieq berhasil menyelesaikan studinya dan sempat mengajar di sebuah SLA di Riyadh selama 1 tahun lalu kembali ke Indonesia pada tahun 1992. Studinya ke King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Beliau tinggal di Arab Saudi kurang lebih selama 7 - 8 tahun. Selanjutnya Al Habib Muhammad Rizieq Syihab juga telah menyelesaikan Studi Islam S2 dan S3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.

Sebelum Beliau sekolah di luar negeri, Beliau juga sering menghadiri berbagai majelis taklim yang ada di Jakarta serta belajar pada para ulama dan Habaib yang ada di Jakarta.

Setelah pulang ke Indonesia beliau mulai mengajar bahkan menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta. Selain itu, sekarang ini beliau masih menjabat sebagai Mufti Besar Kesultanan Darul Islam Sulu (gelar: Datuk Paduka Maulana Syar'i Sulu) Malaysia. Jadi, gelar DPMSS merupakan singkatan dari mufti sulu.

Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun serta dikaruniai 7 orang anak perempuan : Rufaidah Syihab, Humairah Syihab, Zulfa Syihab, Najwa Syihab, dan Mumtaz Syihab, Fairuz Syihab dan Zahra Syihab. Anak-anak tersebut disekolahkan di Jami’at Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).

Al Habib Muhammad Rizieq Syihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998 atau tanggal 25 Robi’utsani 1419 H. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Beliau dalam menegakkan amar maruf nahi munkar memang tegas dan tanpa pandang bulu. Organisasi yang mencanangkan Gerakan Nasional Anti Maksiat pada awal berdirinya. Maka, berbagai kritik, kecaman, tuduhan, tudingan, fitnah dan caci maki, teror, ancaman dan intimidasi kerapkali dialamatkan pada Habib dan organisasi ini.

Berbagai ujian dan cobaan menghantam Habib, serta para aktivis yang tergabung dalam FPI. Pada tanggal 3 Sya’ban 1419 H/ 22 November 1998 terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Peristiwa ini menyeret FPI ke dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Al Habib Rizieq ditembak orang tak dikenal.

Alhamdulillah.. atas berkat pertolongan Allah SWT beliau selamat dari usaha pembunuhan tersebut. Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah.

Benarlahlah kata pepatah “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang”. Begitulah yang dialami oleh Al Habib Rizieq beserta para aktivisnya yang tergabung dalam FPI harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai badai fitnah, cacian dan ancaman.

Tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2002 Al Habib Rizieq dipenjara dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya tanpa ada alasan yuridis yang jelas. Kemudian dilanjutkan dengan tahanan rumah, lalu penangguhan penahanan hingga 20 April 2003. Akan tetapi, pada 21 April 2003 Al Habib Rizieq kembali dijebloskan ke penjara rumah Tahanan Salemba. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Muhammad Rizieq Syihab divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni. Hal ini pun tanpa alasan hukum yang jelas.

Al Habib Rizieq sangat paham dan mengerti bahwa berbagai penahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberangusan dakwah Habib bersama FPI dan gerakan amar maruf nahi munkarnya. Berbagai alasan dibuat, pasal berlapis disiapkan dan kedzoliman atas nama hukum dilakukan.

Namun, apapun bentuk kedzoliman yang dilakukan Alhamdulillah.. FPI tetap eksis dan konsisten dengan perjuangan amar maruf nahi munkar. Bahkan jumlah anggota FPI semakin banyak. Diberbagai daerah dari ujung Merauke Aceh sampai ke berbagai pulau yang ada di Indonesia dideklarasikan cabang-cabang FPI. Bahkan di Malaysia telah berdiri cabang FPI. Di negara lainpun seperti di Hadhramaut Yaman, Kairo Mesir telah terdapat cabang FPI yang tergabung dalam FMI (Front Mahasiswa Islam) yaitu organisasi sayap FPI.

Tidaklah heran jika Sulthanul Ilmi Al Habib Salim As Syathiri pimpinan Ribat Tariem Hadhramaut Yaman pernah berkata dalam Haul ayahandanya Al Quthb Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri, “Bahwa para habaib, ulama, shalihin serta aulia banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia. Akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang habib yang berani seperti Habib Rizieq. Mungkin adanya hanya 800 tahun sekali itu juga dulu ketika zaman Al Imam Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi”.

Al Habib Rizieq berdakwah memang bukan saja melakukan amar maruf nahi munkar dan berjihad, akan tetapi Al Habib Rizieq bersama FPI melakukan berbagai bakti sosial diberbagai penjuru negeri yang ada di Indonesia. Hal ini tentu mengundang simpati masyarakat dan berbagai kalangan. Sangat berbeda jauh dengan pemberitaan-pemberitaan diberbagai media sosial yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI. Beberapa bakti atau aksi sosial yang dilakukan oleh Al Habib Rizieq bersama FPI adalah sebagai berikut :

Menjadi evakuator mayat terbanyak ketika terjadi Tsunami di Aceh
Menteri Sosial ketika itu, Dr. Salim Segaf mengapresiasi kontribusi FPI selama ini. "Saya pernah mengunjungi Habib Rizieq dan kawan-kawan FPI ketika bencana tsunami Aceh, saya salut kepada FPI yang telah mengevakuasi puluhan ribu mayat ketika itu," ujarnya.

"Saat bencana Tsunami Aceh saya bertemu Habib Rizieq, ternyata beliau dan laskar FPI itu tinggal kuburan dengan mendirikan tenda-tenda bukan di hotel. Habib Rizieq memimpin laskar untuk mengevakuasi mayat selama 4 bulan, Subhanallah inilah yang FPI lakukan. Bayangkan, tinggal di kuburan, kita semalam aja udah takut, ini 4 bulan," ujar menteri sosial menceritakan pengalamannya.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, dengan biaya sendiri serta peralatan seadanya FPI berhasil mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat, banyak mayat yang sulit dievakusi namun bisa diatasi oleh anggota FPI, bahkan relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Juru bicara Polda Aceh, Sayed Husaini. Namun sayang jasa besar FPI itu, hampir tidak diberitakan sama sekali oleh media-media sekuler. Dalam tugu Tsunami disitu ditulis bahwa FPI merupakan yang terbanyak dalam mengevakuasi mayat sedangkan urutan selanjutnya adalah TNI Polri dan lembaga lainnya.

2. Aksi kemanusiaan FPI di lokasi banjir dan kebakaran seperti di Jakarta, hal ini merupakan rutin dilakukan karena Jakarta merupakan daerah yang sering terkena banjir. Posko-posko untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir berdiri hingga ke berbagai pelosok Jakarta. Bahkan tak jarang Imam Besar FPI Al Habib Rizieq juga langsung terjun ke lapangan.

3. Gempa Padang

Seperti halnya di Aceh relawan FPI juga banyak yang turun ke Padang. Bahkan hingga berbulan bulan menolong korban gempa.

4. Letusan Merapi Yogya

5. longsor Leuwi Gajah

6. air bah Morowali

7. Jebolnya tanggul Situ Gintungg Tangerang.

8. Tsunami di Pangandaran

9. Longsor di Ciwidey Bandung dan berbagai tempat lainnya yang mengalami bencana Relawan FPI selalu terdepan.

10. Bantuan untuk Palestina rutin setiap tahunnya tak kurang dari Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah).

11. Pembagian sembako bagi orang-orang yang tidak mampu di berbagi tempat.

12. Banjir Bandang yg baru baru ini menimpa Garut Jawa Barat.

Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah.

Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam.

Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dengan FPI dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya.

Bahkan pernah ada kerjasama FPI dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus.

Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat ini.

Bahkan saat ini FPI sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke Ibu Kota. Lokasi bertempat di Pesantren Agrikultural dareah Gunung Pangrango, Puncak. Pada Januari FPI menanam sekitar 40 ribuan pohon.

Ketua FPI Habib Rizieq Sihab menargetkan agar di bulan Desember ada 300 ribu pohon tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan Lokasi. Di daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta.

Aksi sosial tersebut merupakan sebagian kecil yang sudah disumbangkan oleh FPI untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang telah dilakukan oleh Al Habi Rizieq Syihab bersama FPI.

Senin, 19 September 2016

Kata Baku dalam Kamus Bhs. Indonesia

Kata Baku dalam KBBI

Huruf A

Acap kali (bukan) Acapkali

Adakalanya (bukan) Ada kalanya

Adang (bukan) Hadang

Aerobik (bukan) Erobik

Afdal (bukan) Afdhol, Afdol

aktivitas (bukan) aktifitas

Akuarium (bukan) Aquarium

Alquran (bukan) Al-Quran, Al-Qur’an

Ambulans (bukan) Ambulan, Ambulance

Amfibi (bukan) Amphibi, Ampibi

Analisis (bukan) Analisa

Anda (bukan) anda

Andal (bukan) Handal

Andam (bukan) Handam

Antre (bukan) Antri

Anugerah (bukan) Anugrah

Anutan (bukan) Panutan

Apotek (bukan) Apotik

Asas (bukan) Azas

Asasi (bukan) Azasi

Ateis (bukan) Atheis

Atlet (bukan) Atlit

Atmosfer (bukan) Atmosfir

Autentik (bukan) Otentik

Autobiografi (bukan) Otobiografi

Azan (bukan) Adzan

Huruf B

Balsam (bukan) Balsem

Belasungkawa (bukan) Bela sungkawa

Berangus (bukan) Brangus

Berengsek (bukan) Brengsek

Berkah (bukan) Barokah

Besok (bukan) Esok

Bumiputra (bukan) Bumi putra

Bus (bukan) Bis

Huruf C

Cabai (bukan) Cabe

Capai (bukan) Capek

Cendekiawan (bukan) Cendikiawan

Cenderamata (bukan) Cinderamata

Cengkih (bukan) Cengkeh

Huruf D

Daripada (bukan) Dari pada

Debit (bukan) Debet

Definisi (bukan) Difinisi

Desain (bukan) Disain

Detail (bukan) Detil

Diagnosis (bukan) Diaganosa

Doa (bukan) Do’a

Dolar (bukan) Dollar

Dukacita (bukan) Duka cita

Huruf E

Efektivitas (bukan) Efektifitas

Eksem (bukan) Eksim

Ekstrem (bukan) Ekstrim

Elektrode (bukan) Elektroda

Elips (bukan) Elip

Elite (bukan) Elit

Email (bukan) E-mail

Embus (bukan) Hembus

Empas (bukan) Hempas

Esens (bukan) Esense

Huruf F

Faksimile (bukan) Faksimili

Februari (bukan) Pebruari

Fondasi (bukan) Pondasi

Fotokopi (bukan) Photocopy

Frekuensi (bukan) Frekwensi

Huruf G

Geladi (bukan) Gladi

Genius (bukan) Jenius

Genting (bukan) Genteng

Glukosa (bukan) Glukose

Huruf H

Hadis (bukan) Hadits

Hafal (bukan) Hapal

Hakikat (bukan) Hakekat

Halalbihalal (bukan) Halal bihalal

Harfiah (bukan) Harafiah

Hierarki (bukan) Hirarki

Hipotesis (bukan) Hipotesa

Huruf I

Ijazah (bukan) Ijasah

Imajinasi (bukan) Imaginasi

Imbau (bukan) Himbau

Impit (bukan) Himpit

Indra (bukan) Indera

Ingin (bukan) Pengen

Insaf (bukan) Insyaf

Intelijen (bukan) Intelejen

Introspeksi (bukan) Interopeksi

Isap (bukan) Hisap

Huruf J

Jadwal (bukan) Jadual

Jemawa (bukan) Jumawa

Jender (bukan) Gender

Jenderal (bukan) Jendral

Jumat (bukan) Jum’at

Huruf K

Kabar (bukan) Khabar

Kacamata (bukan) Kaca mata

Kaidah (bukan) Kaedah

Kanguru (bukan) Kangguru

Kanker (bukan) Kangker

Karena (bukan) Karna

Karier (bukan) Karir

Karisma (bukan) Kharisma

Kasatmata (bukan) Kasat mata

Kategori (bukan) Katagori

Kaus (bukan) Kaos

Kempis (bukan) Kempes

Kendaraan (bukan) Kenderaan

Kesatria (bukan) Ksatria

Khawatir (bukan) Kuatir

Khotbah (bukan) Khutbah

Khuldi (bukan) Kuldi

Khusyuk (bukan) Khusuk

Kiai (bukan) Kiyai

Kilometer (bukan) Kilo meter

Komoditas (bukan) Komoditi

Komplet (bukan) Komplit

Konferensi (bukan) Konperensi

Kongres (bukan) Konggres

Konkret (bukan) Kongkrit

Konstanta (bukan) Konstan

Kosakata (bukan) Kosa kata

Kover (bukan) Cover

Kredit (bukan) Kridit

Kualitas (bukan) Kwalitas

Kuantitas (bukan) Kwantitas

Kuintal (bukan) Kintal

Kuitansi (bukan) Kwitansi

Kuota (bukan) Kwota, Kuotum

Huruf L

Laba-Laba (bukan) Labah-Labah

Lahad (bukan) Lahat

Lembap (bukan) Lembab

Lever (bukan) Liver

Limfa (bukan) Limpa

Linear (bukan) Linier

Lokakarya (bukan) Loka karya

Lubang (bukan) Lobang

Huruf M

Maaf (bukan) Ma’af

Majelis (bukan) Majlis

Makhluk (bukan) Mahluk

Manajemen (bukan) Managemen

Mangkuk (bukan) Mangkok

Marah (bukan) Amarah

Masjid (bukan) Mesjid

Massal (bukan) Masal

Masyhur (bukan) Mashur

Matang (bukan) Mateng

Memercayakan (bukan) Mempercayakan

Memercayakan (bukan) Mempercayakan

Memesona (bukan) Mempesona

Memopulerkan (bukan) Mempopulerkan

Mencuci (bukan) Menyuci

Menopause (bukan) Monopause, Manopause

Menyontek (bukan) Mencontek

Merek (bukan) Merk

Mesti (bukan) Musti

Meterai (bukan) Materai

Metode (bukan) Metoda

Mikrob (bukan) Mikroba

Miliar (bukan) Milyar

Misi (bukan) Missi

Monarki (bukan) Monarkhi

Mozaik (bukan) Mosaik

Muazin (bukan) Muadzin, Muadin

Mungkir (bukan) Pungkir

Museum (bukan) Musium

Huruf N

Nakhoda (bukan) Nahkoda, Nakoda

Napas (bukan) Nafas

Nasihat (bukan) Nasehat

Netralisasi (bukan) Netralisir

Huruf O

Objek (bukan) Obyek

Ojek (bukan) Ojeg

Olahraga (bukan) Olah raga

Omzet (bukan) Omset

Orang tua (bukan) Orangtua

Otomatis (bukan) Automatis

Huruf P

Paham (bukan) Faham

Pancaindra (bukan) Pancaindera, Panca Indera

Pancaroba (bukan) Panca roba

Paspor (bukan) Pasport

Peduli (bukan) Perduli

Pembaruan (bukan) Pembaharuan

Pergedel (bukan) Perkedel

Perilaku (bukan) Prilaku

Permukiman (bukan) Pemukiman

Persentase (bukan) Presentase

Petai (bukan) Pete

Petai (bukan) Pete

Pikir (bukan) Fikir

Praktik (bukan) Praktek

Prancis (bukan) Perancis

Priayi (bukan) Priyayi

Proklamasi (bukan) Proklamir

Protagonis (bukan) Protogonis

Provinsi (bukan) Propinsi

Putra (bukan) Putera

Putri (bukan) Puteri

Huruf R

Rapi (bukan) Rapih

Realitas (bukan) Realita

Restoran (bukan) Restauran

Rezeki (bukan) Rizki, Rejeki

Rezim (bukan) Rejim

Risiko (bukan) Resiko

Ritme (bukan) Ritma

Roboh (bukan) Rubuh

Rohani (bukan) Ruhani

Rontgen (bukan) Ronsen

Huruf S

Sah (bukan) Syah

Sahaja (bukan) Sehaja

Saksama (bukan) Seksama

Samudra (bukan) Samudera

Saputangan (bukan) Sapu tangan

Saraf (bukan) Syaraf, Sarap

Satai (bukan) Sate

Segitiga (bukan) Segi tiga

Sekadar (bukan) Sekedar

Sekretaris (bukan) Sekertaris

Sekular (bukan) Sekuler

Sepak bola (bukan) Sepakbola

Seriawan (bukan) Sariawan

Setan (bukan) Syaitan, Syetan

Shalat (bukan) Salat

Silakan (bukan) Silahkan

Sintesis (bukan) Sintesa

Sistem (bukan) Sistim

Sontek (bukan) Contek

Sportivitas (bukan) Sportifitas

Standardisasi (bukan) Standarisasi

Stroberi (bukan) Strawbery

Subjek (bukan) Subyek

Sumatra (bukan) Sumatera

Surah (bukan) Surat

Surga (bukan) Syurga, sorga

Sutra (bukan) Sutera

Syubhat (bukan) Subhat

Huruf T

Takhayul (bukan) Tahayul

Takhta (bukan) Tahta

Takwa (bukan) Taqwa

Tampak (bukan) Nampak

Tanda tangan (bukan) Tandatangan

Taoco (bukan) Tauco

Taoge (bukan) Tauge/Toge

Teknologi (bukan) Tekhnologi

Teladan (bukan) Tauladan

Teladan (bukan) Tauladan

Telanjur (bukan) Terlanjur

Telantar (bukan) Terlantar

Telentang (bukan) Terlentang

Telepon (bukan) Telpon, Telfon, Tilpon

Tenteram (bukan) Tentram

Teoretis (bukan) Teoritis

Terampil (bukan) Trampil

Tetapi (bukan) Tapi

Tobat (bukan) Taubat

Tolan (bukan) Taulan

Topan (bukan) Taufan

Huruf U

Ubah (bukan) Rubah

Ubah (bukan) Rubah

Unta (bukan) Onta

Urine (bukan) Urin

Ustaz (bukan) Ustadz, Ustad

Ustazah (bukan) Ustadzah

Utang (bukan) Hutang

Huruf w

Wiraswasta (bukan) Wirausaha

Huruf Y

Yudikatif (bukan) Judikatif

Yudisial (bukan) Judisial

Huruf Z

Zaman (bukan) Jaman

Zikir (bukan) Dzikir

Zuhur (bukan) Dzuhur, Lohor

Rabu, 14 September 2016

Membumikan STAI-Attaqwa Bekasi

Membumikan STAI-Attaqwa Bekasi, mengapa Punulis ingin menyampaikan judul tulisan tersebut? Mendengar nama STAI-Attaqwa (baca: STAIA), penulis sadar betul ruh dan rel yang ingin dicapai oleh STAIA. Sebagai alumni yang mengantarkan penulis membuka banyak gerbang pendidik dan kependidikan, di STAIA kami dibina dan dibekali kunci menjadi pendidik yang sesuai dengan rol model pendidikan masa depan. Kenapa harus dibumikan? Penulis ingin mengajak para alumni untuk sedikit memahami judul diatas. Membumikan biasanya mempunyai makna menyatukan dan atau mengintegrasikan sesuatu untuk diketahui dan dipahami banyak orang. Dari sinilah Penulis mengajak para alumni STAI-Attaqwa Bekasi untuk menyatukan ide-idenya untuk almamater tercinta.

Sedikit penulis ingin bercerita dimasa kuliah dahulu. Mengawali kuliah di tahun 2004, penulis pertama kalinya bertemu dengan Puket III Bid. Kemahasiswaan yang kini Beliau menjadi ketua STAIA (K.H. M.Abid Marzuki, M.Ed). Waktu itu, sejak menjadi mahasiswa penulis pernah menjabat Ketua BEM. STAIA selama dua periode (2005/2006 s/d 2006/2007), penuh kesan dan sangat menginspirasi pertemuan pertama itu. Beliau dengan gaya bicaranya yang membangkitkan motivasi dan sangat menginspirasi teman-teman mahasiswa, menjadi dosen pavorit bagi penulis dan rekan-rekan BEM. STAIA.

Beliaulah yang selalu mendukung setiap kinerja BEM, bagaimana tidak. Ketika BEM benar-benar butuh dukungan moril dan materil, Beliau selalu berada dalam garda utama, sampai-sampai kita para pengurus BEM diundang ke rumah beliau untuk merumuskan agenda kegiatan kemahasiswaan. Sungguh bersahaja, dermawan dan sekali lagi sangat menginspirasi. Masih ingat di benak penulis, ketika kami dari BEM mengusulkan program Beasiswa subsidi silang bagi para Mahasiswa, memang program ini dibilang gila pada tahun itu (2007), banyak diragukan oleh para Dosen bahkan Ketua STAIA kala itu, tapi apa? Kami dan para Mahasiswa diundang kedua kalinya di teras belakang rumah Beliau. Obrolan penuh keakraban, sarat mengandung ide-ide brilian "subhanalloh" Beliau siap menjadi Donatur tuk memberikan Beasiswa subsidi silangnya bagi para mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi.

Banyak ide-ide beliau yang mengalir ke darah para pengurus BEM. Jika pada tahun ini, Beliau telah menjadi ketua STAIA, penulis yakin akan banyak perubahan di almamater tercinta ku STAIA. Darah ide-ide beliau kini telah masuk ke urat nadi kami selaku para alumni, dan panggilan jiwa ini menguat ketika membaca postingan undangan di group IKA STAI tentang acara "silaturrahmi alumni STAI. Attaqwa Bekasi 1"

Semoga kami terus bisa memberikan yang terbaik untuk STAIA

Minggu, 11 September 2016

Khutbah 'Idul Adha Menitikan Air Mata

Allahu Akbar... 3 x
Ketika lantunan takbir diucapkan oleh Khotib, gemuruh bahna takbir jamaah terdengar dengan nada merdu penuh kesya'duan menutupi atmosfir di lingkungan warga Dewan Masjid Attaqwa. Shaf-shaf ruang dalam masjid, dan area depan plaza masjid, hingga ruas-ruas jalan raya, dipenuhi jamaah yang hendak melaksanakan sholat Idul Adha.

Kesya'duan dan khusu' mengikuti khutbah pecah seketika, tatkala suara sedu-sedan Khotib sayup terdengar. Abuya Kiyai Nurul Anwar sampai menitikan air mata, ketika menceritakan kisah Nabi Ibrohim dengan anaknya Nabi Ismail untuk berqurban mengharap keridhoan Allah SWT. Allahu Akbar... 3 x

Senin, 12 September 2016 bertindak sebagai imam sholat K.H. Muhammad Amin Noer, MA dan bertindak sebagai Khotib K.H. Nurul Anwar, Lc., Penulis ingin berbagi sedikit ringkasan isi khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Abuya KH. Nurul Anwar, Lc.

Suara lantang menyeruak dalam baris kata penuh makna, dalam baris kalimat penuh khidmat, diucapkan Abuya Kiyai Nur "sebelum islam menjadi rohmatan lil aalamin maka islam harus menjadi rohmatan linafsihi, rohmatan li ahlihi, rohmatan li qoroobatihi, dan Islam menjadi rohmatan lil muslimin" (Abuya berseru dalam khutbahnya). Seruan isi khutbah ini, mengajak para kaum Muslimin dan Muslimat untuk bisa menjadi rahmah bagi semua dalam aplikasi berqurban di hari raya Idul Adha tahun 1437 H ini.

Semangat berqurban di hari raya Idul Adha, merupakan apresiasi rasa syukur kita kepada Allah SWT., atas semua nikmat yang telah kita rasakan, atas semua karunia yang kita dapat. Karena itu wajib kita mensyukurinya. Rasa syukur bisa diwujudkan dengan "syukur bil qolby, syukur bil lisan, dan syukur bil amali." (Abuya berpesan dalam khutbahnya).

Bersyukurlah dengan semua yang kita miliki saat ini, jangan pernah mengeluh atau merasa iri dengan orang lain. Sifat iri hati, dengki dan saling mendendam inilah yang banyak terjadi di lingkungan masyarakat kita saat ini. Kita lihat banyaknya perpecahan, saling perang dan membunuh "al-qaatil wal maqtul fin naar" (tegas Abuya). Maksudnya adalah sesama muslim yang membunuh dan terbunuh masuk neraka. "Mengapa? Sebab orang yg terbunuh pun niat membunuh saudaranya, hanya saja ia kalah hingga terbunuh". (Abuya Kiyai Nur menjelaskan dalam khutbahnya).

Semoga di hari raya Idul Adha tahun 1437 H/2016 M ini, kita semua bisa meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah, dan menjahui rasa iri hati yang menimbulkan perpecahan diantara kita.

Takbir " Allahu Akbar... 3 x"

Minggu, 28 Agustus 2016

Guru Attaqwa Putra Mengaji dan Mengkaji

Guru Attaqwa Putra Mengaji dan Mengkaji

Pendidik dan kependidikan merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Pendidik (baca : Guru) sebutan yang lumrah dan biasa dipakai di lingkungan Pon-Pes. Attaqwa Putra. Bagi para Santri, ketika menyapa Pendidik biasa menyebut dengan sebutan Guru bukan Bapak atau Ustadz. Bisa disimak "mohon maaf Guru, saya boleh izin tidak?" (permohonan izin yang biasa diucapkan Santri). Pentingnya tugas Guru dalam roda pendidikan di Pon-Pes. Attaqwa Putra, menjadi garda utama pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

Karena pentingnya peran Guru dalam mendidik Santri. Guru pun mengaji dan mengkaji. Kegiatan ini dinamai Pengajian Bulanan Guru Pondok, dimana semua Guru Pondok baik elemen Guru Tsanawiyah dan Aliyah wajib mengikuti kegiatan pengajian bulanan ini.

Pada hari Sabtu, 27 Agustus 2016 Pengajian Bulanan Guru Pondok kembali dibuka untuk Tahun Pelajaran 2016/2017. Pengajian kali ini, diisi langsung oleh Abuya K.H. Nurul Anwar, Lc selaku Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Materi yang Beliau sampaikan menjadi spirit bagi para Guru Pondok dalam mendidik para Santri.

Pesan beliau yang disisipkan pada materi Pengajian Bulanan Guru Pondok. Pentingnya Guru untuk mengetahui arah tujuan dalam mendidik, Beliau berpesan tentang arah tujuan pendidikan "pertama, Ta'lim yaitu mentransfer ilmu kepada anak didik; kedua, Tarbiyah yaitu mempraktikan dan mengamalkan ilmu yang telah diajarkan; ketiga, Ta'dib yaitu membangun shibghoh (caracter bulding) atau etitud".

Beliau menekankan pentingnya laju pendidikan sesuai arah tujuan tersebut. Membangun karakter Santri, karena banyak Santri sekarang yang ketika dipanggil oleh Gurunya, jarang menjawab dengan jawaban yang baik dan bagus, dalam kondisi seperti ini, Guru harus men-ta'dib-kan para Santri dengan mencontoh jawaban nabi Ibrahim "Labaik Allah". Ajarkan anak didik kita, ketika dipanggil, hendaklah menjawab dengan jawaban yang bagus dan baik. Kita pun mendapati anak-anak didik yang masih duduk di bangku sekolah, banyak yang salah kaprah dalam bersalaman mencium tangan Guru. Ada yang mencium tangan Guru dengan gaya dihantarkan ke kening atau jidat, bahkan ada anak didik yang mencium dengan menempelkan tangan Guru ke pipinya. "ini yang membuat kita bingung, jadinya" (ujar Abuya dengan nada bertanya kepada para Guru yang hadir). Padahal mencium tangan Guru hendaknya, mencium dengan menempelkan tangan Guru ke hidung kita "mencium/bersalaman dengan Guru dengan mengambil ibroh dari mencium hajar aswad, dengan hidung" (Abuya menjelaskan).

Begitu pentingnya peran guru dalam mendidik para Santri di Pondok, Abuya pun melanjutkan pesannya yang termaktub dalam kitab Ta'limul Muta'allim tentang dasar tujuan utama pendidikan dalam islam "mencari ridho Allah, bekal untuk di akhirat, memerangi kebodohan, menghidupkan agama, mengekalkan islam, bersyukur atas nikmat akal dan badan".

Pesan inilah yang didapat oleh para Guru Pondok ketika mengikuti pembukaan Pengajian Bulanan Guru Pondok. Penting untuk kita teladani, bahwa walau pun kita seorang Guru, kita mesti terus menimba ilmu, walau pun kita seorang Pendidik, jangan pernah marah ketika dikritik, kita adalah Guru yang digugu dan ditiru. Ada pepatah lama yang kita ingat "jika Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Lejitkan selalu potensi keguruan kita, resapi selalu ranah domain Guru yang ditanamkan oleh muassis Attaqwa untuk menjadi Guru yang Ikhlas, Berdzikir, dan Berfikir. Bravo bagi kita semua yang berprofesi sebagai Guru.

Rabu, 24 Agustus 2016

Malam Sensasi "seni santri yang menginspirasi"

Persatuan Pelajar Attaqwa (PPA) Pondok Pesantren Attaqwa Putra Ujungharapan Bahagia Babelan Bekasi selalu hidup dan menghidupkan fasion kesantriannya.

Tahun ini tepat diperayaan 17 (san-ke) 71 HUT RI 2016 hari sabtu malam Ahad, 20 Agustus 2016 fasion malam seni santri sangat menginspirasi. Dibawah bimbingan Bapak Kesantrian H. Anis Abdul Qudus, Lc yang merupakan putra dari Pimpinan Pon-Pes. Attaqwa Putra Abuya K.H. Nurul Anwar, Lc berhasil menyedot perhatian Dewan Guru Pondok.

Terang saja, tidak seperti tahun biasanya. Di tahun ini penampilan para Santri dalam pentas seni santri yang menginspirasi (baca: Sensasi) banyak mengakomodir bakat jiwa seni yang selama ini takut terpatri. Kini banyak Santri berani menampilkan jiwa-jiwa seninya, selama masih berada dalam koridor islami.

Hal ini pun mendapat dukungan dari ke dua Kepala Sekolah MTs dan MA, dalam Kurikulum Pengembangan Diri telah difasilitasi Ekskul yang membangun jiwa seni para Santri. Sebut saja, di Aliyah ada program Bengkel Teater Attaqwa (BETA), dan di Tsanawiyah ada Ekskul Band.

Program inilah yang menjadi embrio lahirnya jiwa seni santri yang tiada henti. Dilihat dari Sensai malam itu, "oh... em-Gie..." sangat luar biasa penampilan para Santri. Mulai dari panggung yang berkelas, penuh dengan lampu-lampu berkilauan bak panggung pada malam penganugrahan acara di TV, sampai unjuk Sensasi paduan suara "song-sing-seng" ala Indonesian Idol, gerak tari tradisional sampai kontemporer, Stand Up, Teatrikal Musikal, Hadroh, Marawis, Perkusi, Akustik, Bela Diri sampai BGM-Taqwa (band guru muda attaqwa).

Semua penampilan tersebut tumplek (tersuguh full) pada malam itu. Degap kagum para Dewan Guru Pondok menyaksikan anak-anak Santri "padahal ngG da yang ngajarin tuh..." (celetukan seorang Guru, bernada bangga). Siapa pun orangnya yang pernah menimba ilmu di Pon-Pes. Attaqwa Putra pasti akan terkesima jika menyaksikan acara Sensasi ini. Ada yang terahru biru dengan lagu yang dinyanyikan para Santri, ada gelak tawa yang membahana lantaran adegan teater yang disuguhkan, ada juga yang bersholawat "shollu 'ala Muhammad" saking antusiasnya mendengar nasyid yang dibawakan, hingga pada akhirnya semua peserta yang hadir hanyut dalam gelap yang semakin larut dengan malam.

Malam ini memang sangat berbeda dan sangat menginspirasi, mungkin inilah tanda perubahan Santri yang membalut kemajuan zaman dengan tetap islami. Semoga di tahun-tahun yang akan datang Seni Santri Attaqwa Putra terus eksis dengan kemajuan seni yang tetap islami.